rt-rw-net di semarang

Prospek rt-rw-net memang menjanjikan, diluar tujuan komersial rt-rw-net telah populer dengan mengusung sistem kebersamaan, untuk wilayah semarang sendiri dari tahun ketahun pertubuhannya semakin luas.

Menurut pengamatan saya sendiri pada tahun 2007 untuk kawasan sekitar radius 20km hanya terdapat 1 atau 2 pemancar wireless rt-rw-net, namun kini berubah secara drastis menjadi 4 sampai 6 hal itu berarti untuk setiap 4 km ada pemancar rt-rw-net.

Memang masyarakat masih banyak yang belum tahu bahwa di daerah mereka sebenarnya terjangkau sinyal wireless, hal itu di karenakan konsep rt-rw-net itu sendiri yaitu hanya mencakup dalam ruang lingkup rt sampai rw, dan memang harus seperti itulah konsep dari rt-rw-net supaya pengguna lain dapat menikmati dari lokasi terdekat mereka.


Seperti kita ketahui channel wireless akses point memang terbatas, padahal belum tentu satu pemancar dapat manampung sebanyak 40 client bahkan rata-rata hanya mampu menampung sekitar 20 client karena mereka menggunakan ADSL. Ada baiknya kita membatasi jangkauan dari sinyal kita sendiri, misal dalam radius 3km atau 2km, hal itu akan bisa menghemat penggunaan channel dan antar pemancar satu dengan yang lainnya tidak saling mengganggu.

Sistem kebersamaan memang harus di bangun, karena rt-rw-net seharusnya bukan sebuah proyek yang bertujuan hanya untuk mencari duit, saling komunikasi atas pemilik pemancar yang satu dengan yang lain akan sangat membantu bahkan bisa menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Saya sendiri berharap semoga rt-rw-net ini tetap bisa di nikmati dengan layak sampai beberapa puluh tahun kedepan walau harus menyesuaikan teknologinya, karena dengan konsep seperti ini kita yang kebetulan memiliki penghasilan pas-pasan bisa turut serta menikmati luasnya informasi dari internet dan ini merupakan salah satu cara dari berbagai cara untuk mencerdaskan bangsa, ini hanya pendapat pribadi saya, jika ada kesalahan mohon maaf yaa...!!