Pengaman pahit rt-rw-net

Maaf judulnya extrim " pengalaman pahit rt-rw-net", memang semua tak bisa berjalan sesuai kemauan kita tentunya ada juga kekurangan dalam setiap hal, yang sudah pernah usaha rt-rw-net mungkin sudah hmengalami hal ini, seperti kita tahu rt-rw-net adalah usaha swadaya atau dalam istilahnya kita membangun rt-rw-net untuk tujuan bersama, namun kadang orang berpikiran lain tentang rt-rw-net padahal sudah jauh hari di beritahu cara kerja dan prinsipnya.

Ceritanya adalah sebagai berikut, kita dengan teman-teman satu komplek ingin membangun rt-rw-net, pertama kita mencari calon pengguna dengan tujuan kita patungan untuk cari modal pembangunan alat dan semua perlengkapannya, kita muter-muter satu komplek mirip sales MLM, modar-mandir sambil bawa map, dari tentangga paling dekat sampai jarak rw. satu hari kepanasan muter sampai sandal jepit tipis tanpa ada satupun warga yang mau patungan, anehnya mereka butuh dan jika sudah di bangun ingin ikutan pakai tentunya jika iuran perbulannya murah. tak satupun warga mau patungan untuk biaya awalnya.

akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk menggunakan modal sendiri, uangpun terkumpul kami tiga orang masing-masing mendapat jatah 500 untuk biaya awal memasang pemancar, tidak kurang satu minggu akhirnya peralatan jadi dengan menggunakan koneksi sapidy. kami putuskan untuk menawarkan lagi kepada warga dengan asumsi bahwa mereka mau percaya setelah alat jadi dan berharap mau mengembalikan biaya awal.

namun warga masih tetap nggak mau ngeluarin biaya patungan awalnya namun mereka mau menjadi client rt-rw-net " waduh apes benar". ok saya dan teman-teman sepakat untuk untuk melupakan biaya awal yang sudah kita keluarkan, selanjutnya kita pasang peralatan ke masing-masing warga yang, berjalan satu bulan tanpa kendala, namun setelah itu banyak warga yang komplin karena tidak bisa browsing sambil marah-marah, singkat cerita setelah kami selidiki ternyata komputer semua pemakai terkena virus dan menyebar satu jaringan, dasar apes sudah tidak bayaran pake dimarahi warga terus di suruh istall komputer satu-persatu warga tanpa bayaran.

setelah kami selidiki bersama teman-teman dengan menggunakan kaca pembesar persis seperti detektif yang ada di tv kami menyimpulkan bahwa jaringan yang tidak menggunakan firewall / router / getway dan komputer warga yang tidak ada antivirus bisa menyebapkan jaringan lumpuh, maklum sebenarnya kami sudah berfikir sejak awal untuk menggunakan router, namun karena terbatas dana kami hanya menggunakan ADSL + HUB + AP untuk menyebar koneksi internetnya jadi sangat rawan.

ok masalah sudah teratasi namun ada masalah baru lagi, selang dua minggu setelah masalah yang pertama antena kami tesambar petir. wah ini yang paling fatal sampai semua peralatan hangus, dasar nasib semula kami memang tidak sempat berfikir untuk memasang penangkal petir, wargapun marah-marah karena selama tiga hari mereka nggak bisa buka facebook untuk cari gebetan terutama para bapak-bapak, saya dan teman-teman pusing harus beli dari uang apa untuk membangun peralatan yang baru, keajaibanpun datang akhirnya kali ini warga mau urunan beli peralatan, mungkin karena sudah tidak sabar untuk buka facebook mereka.

akhirnya peralatan jadi, sudah termasuk router + penangkal petir, namun nasib buruk terus mengikuti kami, iuran yang kami dapat hanya pas-pasan untuk biaya perbulan bayar ISP, jadi saya dan teman-teman tidak pernah bisa merasakan hasil kerja keras kami, namun bagaimanapun juga kami sudah senang karena setiap hari saya bisa update friendster saya, maklum dari pada di pikir mending di lupain aja.