Nawala Project (DNS Filtering Indonesia)

Sekilas Nawala Project
Memperkenalkan sebuah proyek komunitas nirlaba yang diberi nama Nawala Project. Tujuan Nawala Project ini adalah membangun sistem DNS Filtering seperti Open DNS dengan cita rasa khas Indonesia.

Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.

Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Nawala Project. Dengan adanya layanan ini diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan.

Status Nawala Project
Konseptor, inisiator dan developer Nawala Project adalah Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) yang didukung oleh komunitas non WARNET di milis DNS-awari@googlegroups.com dan sejumlah komunitas keamanan Internet. Policy black list ditentukan forum diskusi komunitas secara demokratis diantara para evaluator dengan memperhatikan etika, independensi serta integritas.

Sistem yang digunakan oleh Nawala Project sepenuhnya menggunakan sumber daya open source dan berjalan di atas sistem operasi Linux secara native. Saat ini sedang dibangun portal yang nantinya dapat diakses publik untuk mengenal Nawala Project, mengikuti perkembangan dan berpartisipasi aktif di dalamnya.

Sejumlah kemampuan tambahan seperti local resolver, anti phising site terus dikembangkan dan diperkuat. Terutama dengan meningkatkan upaya untuk menghasilkan kemampuan pengamanan yang lebih baik lagi. Untuk itu Nawala Project aktif mengupayakan kerjasama dengan pihak otoritas pengelolaan data dan sumber daya domain name lokal maupun Internasional.

Pada saat ini, Nawala Project masih dalam versi Beta namun telah memiliki koleksi black list hingga lebih dari 8 (delapan) juta alamat URL/URI yang setiap hari dilakukan update secara manual oleh volunteer dari seluruh Indonesia.

Nawala Project kini telah dimanfaatkan oleh ribuan Warung Internet di seluruh Indonesia, jaringan Internet di 21 Pemda Kota/Kabupaten Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ISP di daerah, RT/RW Net, kantor Pemerintah dan swasta, sekolah dan atau kampus serta para pengguna perorangan dan keluarga.

Jumlah rata-rata hits (query) mencapai 450 ribu - 600 ribu per hari. Volume pengguna dan hits cenderung terus meningkat dari hari ke hari yang berarti layanan Nawala Project telah digunakan secara luas oleh masyarakat.

Penghematan Nawala Project
Sistem DNS Filtering yang dikembangkan Nawala Project terbukti juga dapat dimanfaatkan untuk mereduksi (menghemat) konsumsi bandwidth hingga 30% akibat konten negatif. Pemborosan sumber daya bandwidth yang mahal dapat dicegah. Konsumsi bandwidth yang tidak tepat guna dan kurang bertanggung jawab akan merugikan bangsa karena harus dibayarkan ke pihak luar dalam mata uang asing sehingga turut menguras cadangan devisa Nasional.

Partisipasi di Nawala Project
Nawala Project mengharapkan partisipasi dan kontribusi komunitas Internet Indonesia untuk menggunakan/menerapkan/memanfaatkan layanan DNS Filtering Nawala Project ini di lingkungan masing-masing untuk melindungi Internet Indonesia dari konten yang bersifat negatif.

Cara menggunakan layanan DNS filtering Nawala Project ini cukup mudah yaitu dengan melakukan perubahan konfigurasi IP DNS komputer (atau server DHCP kantor/kampus/sekolah/rumah/hotspot/warnet/dsb.) ke alamat IP:

- 203.34.118.10 (primary)
- 203.34.118.12 (secondary)

Partisipasi selanjutnya adalah dengan cara menyampaikan usulan kandidat situs black list seandainya menjumpai konten negatif yang belum terblokir.

Panduan konfigurasi alamat IP DNS (PDF file) untuk pengguna:

- Sistem Operasi Windows (XP)
- Sistem Operasi Macintosh OS X (10.5.5)
- Sistem Operasi Linux Fedora Core (9), Ubuntu (8.04), Opensuse (11) dan konfigurasi Modem ADSL.

Pemanfaatan DNS Filtering untuk akses Internet massal seperti di instansi dan perkantoran, kampus, sekolah, RT/RW Net, WARNET dan HotSpot akan efektif apabila admin menerapkan penutupan akses pada main gateway router untuk DNS query resolver (port 53 UDP) yang menuju ke arah selain layanan DNS Nawala Project. Sehingga pengguna akan dipaksa untuk hanya menggunakan layanan DNS query resolver dari Nawala Project.

Penyelenggara akses Internet massal juga dapat memanfaatkan layanan DNS Filtering ini sebagai nilai tambah untuk pengguna. ISP juga dapat memisahkan layanan untuk pengguna rumahan seperti keluarga dan sekolah diberi pilihan akses yang terproteksi. Sedangkan pengguna khusus tertentu seperti kantor perusahaan asing, pengguna ekspatriat dan hotel dapat diberikan akses yang lebih bebas. Layanan DNS Filtering Nawala Project juga dapat dikombinasikan dengan solusi proteksi lain seperti aplikasi di dalam program Internet Sehat.