Cara mengobati sakit kepala

Sakit kepala.
Begitu besar penderita sakit kepala di indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun, rata-rata penyebap sakit kepala adalah karena stress. memang pengobatan sudah berkembang lebih maju tapi semakin lama pederita sakit kepala terus bertambah, rata-rata di sebabkan karena tekanan ekonomi yang semakin lama semakin sulit dan penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai aturan.


Jenis-jenis sakit kepala.

Sakit kepala sendiri terbagi 2, yaitu sekunder (sakit yang timbul akibat dari kondisi medis yang lain) dan primer (sakit kepala yang timbul bukan karena akibat dari kondisi medis lain). Sakit kepala primer termasuk:

1. Sakit kepala harian kronis
Sakit kepala ini terjadi akibat kontraksi otot. Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi dan hampir menjadi penyebab utama sakit kepala. Sakit kepala jenis ini dapat menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang, sering datang dan pergi. Sakit kepala ini melibatkan menegangnya otot wajah, leher, dan kulit kepala.

2. Migrain
Rasa sakit berasal dari syaraf otak dan berkaitan dengan perubahan pada otak. Rasa sakit yang diderita bisa sedang hingga parah, sering digambarkan sebagai rasa sakit seperti dihantam dan berdenyut-denyut. Migren dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama, dan biasanya terjadi dalam 1 hingga 4 kali per bulan. Migren sering dihubungkan dengan masalah sensivitas pada cahaya, suara bising, aroma, mual atau muntah, sakit pada perut, dan kehilangan selera makan.

3. Sakit kepala gabungan
Merupakan kombinasi antara migran dan sakit kepala akibat kontraksi otot.

4. Sakit kepala Cluster
Merupakan jenis yang tidak umum, namun paling parah dalam kelompok ini. Rasa sakit yang diderita intens dan sering digambarkan terasa panas atau ditusuk benda tajam berulang-ulang dan konstan. Rasa sakit yang berlebih membuat penderitanya tidak dapat duduk diam saat sakit menyerang. Rasa sakit yang timbul biasanya berada di belakang salah satu mata atau di sekitar mata, dan dalam 1 hari dapat menyerang 2 / 3 kali. Sakit kepala jenis ini dapat bertahan 2 minggu sampai 3 bulan, namun dapat hilang begitu saja dan muncul kembali.

Sakit kepala sekunder termasuk di antaranya:

  1. Sakit kepala akibat Sinus : Rasa sakitnya konstan dan biasanya terjadi pada tulang pipi, kening, atau tulang hidung bagian atas. Rasa sakitnya dapat bertambah parah jika kepala digerakan secara tiba-tiba. Dapat juga terjadi dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung berair, telinga terasa penuh, demam dan bengkak pada wajah.
  2. Sakit kepala akibat hormon : Sakit kepala ini dihubungkan pda perubahan level hormon yang terjadi saat menstruasi, kehamilan, dan menopouse. Perubahan hormon ini disebabkan oleh zat kimia, seperti pil KB.
  3. Sakit kepala progresif kronis: Sakit kepala ini disebut juga sakit kepala radang, dan merupakan jenis kepala yang tidak umum. Dapat terjadi akibat penyakit atau kelainan pada otak atau tengkorak.
Cara menghindari / mencegah sakit kepala
  1. Kopi : membuat pembuluh darah menyempit.
  2. Mata tegang :Hindari membaca dalam jarak yang terlalu dekat. Istirahatlah selama beberapa menit selama Anda membaca atau bekerja.
  3. Leher tegang akibat bekerja sambil duduk yang terlalu lama, misalnya mengetik dengan komputer.
  4. Alergi makanan: Hindari makan atau minum sesuatu yang sensitif, khususnya sebelummelakukan kegiatan fisik.5. Rasa lapar juga bisa membuat kita sakit kepala. Pasalnya, pembuluh darah akan melebar setiap kali kadar gula darah turun. Jadi, sebisa mungkin makanlah secara teratur.
  5. Makanan atau minuman dingin akan merangsang saraf ujung di mulut, Meski sakit kepala terkadang sangat intens, sakit kepala akibat makanan dingin biasanya hanya berlangsung sesaat.
  6. Sinus yang membengkak akan menekan saraf ujung, sehingga memicu sakit kepala.
  7. Jadwal tidur yang berubah juga bisa membuat sakit kepala, misalnya tidur terlambat. sebisa mungkin tidurlah teratur.
  8. Aktivitas berlebih terkadang memicu sakit kepala juga. Lakukan olahraga sesuai takaran.Pemicu sakit kepala saat olahraga termasuk pemanasan yang kurang, dehidrasi, kurang nutrisi saat olahraga, atau olahraga yang berlebihan.
Perlu diingat bahwa tidak semua pengobatan ini efektif pada setiap orang. Efek yang dirasakan pun mungkin berbeda. Beberapa pengobatan bisa jadi malah menambah rasa sakit kepala, danbeberapa pengobatan mungkin malah tidak berefek sama sekali. Anda boleh memutuskan untuk mencoba beberapa metode pengobatan dan memilih metode terbaik untuk Anda.

1. Untuk Efek Segera
Tindakan pengobatan di bawah ini dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri saat sakit kepala menyerang.

  • Mandi dengan cara menyiram tubuh atau dengan shower.
  • Istirahat, berbaring di ruangan gelap.
  • Hindari lampu terang atau nyala lampu yang menyilaukan.
  • Taruh sesuatu yang dingin di bagian belakang leher, seperti handuk yang dingin dan basah; atau taruh bergantian antara handuk dingin dan handuk hangat di tempat nyeri
  • Taruh kompres dingin di kening, sambil merendam kaki di wadah berisi air hangat.
  • Minum air atau jus buah alami, terutama jus tomat.
  • Apabila Anda belum makan sama sekali, coba konsumsi makanan atau minuman yang bergizi
  • Pijatlah wajah, kepala, leher, bahu dan punggung Anda agar otot-otot lebih rileks.
  • Tekan dua titik pressure di bagian belakang leher yang berjarak kira-kira dua inci, terletak tepat di bawah tengkorak, satu sampai dua menit. Tindakan ini dapat melepaskan endorphin yang dapat membantu melegakan nyeri.
  • Pijat atau tekan bagian berdaging antara ibu jari dan jari telunjuk.
  • Tekuk pelan-pelan kepala Anda ke kanan atau ke kiri untuk meregangkan otot-otot leher. Pijat dan rileks-kan otot-otot yang tegang.
sumber stress.
Hindari berolahraga saat sakit kepala jika olahraga tersebut menambah nyeri pada kepala dan leher. Minum vitamin C, vitamin B6, choline, triptofan, serta niacin dan/atau magnesium

2. Pengobatan Chiropraktik
Menurut kaidah chiropraktik, sakit kepala kadangkala disebabkan oleh bergesernya tulang belakang dari tempatnya, tapi karena pergeseran ini sangat sedikit biasanya tidak terdeteksi. Pergeseran ini bisa jadi disebabkan karena mengangkat barang yang berat atau posisi duduk yang salah yang bisa mengganggu syaraf-syaraf di tulang belakang sehingga menyebabkan sakit kepala. Chiropractor (praktisi chiropraktik) biasanya mengobati sakit kepala dengan mendorong tulang-tulang tersebut secara perlahan untuk mengembalikan posisinya.

Metode yang dapat melegakan sakit kepala yang disarankan oleh chiropractor adalah dengan melakukan peregangan otot leher ke kiri dan ke kanan secara perlahan dan lembut (peringatan : jangan melakukan gerakan berputar!). Hindari duduk dengan kepala tertunduk dalam waktu yang lama dan berbaring telentang dengan kepala disangga bantal. Jika hendak memakai bantal sebaiknya gunakan bantal yang dapat menyangga leher tapi tidak menyangga kepala terlalu tinggi. Saat berbaring miring, gunakan bantal untuk menyangga kepala dan leher. Saat duduk, contohnya bekerja dengan computer, sering-seringlah mengubah posisi duduk dan cermati apakah ada otot bahu yang tegang saat menyangga tangan.

3. Biofeedback
Dengan biofeedback, seseorang akan belajar mengendalikan fungsi tubuh yang diatur oleh syaraf tak-sadar, misalnya detak jantung. Beberapa fungsi tubuh seperti otot tegang, telapak tangan yang dingin dan dilepaskannya hormon-hormon dalam darah seperti adrenalin adalah kendali syaraf tak-sadar yang terlibat dalam sakit kepala.
Biofeedback berarti memanfaatkan informasi yang tersedia oleh tubuh yang dikendalikan oleh syaraf tak sadar, lalu secara sadar informasi-informasi tersebut dirubah agar sesuai dengan kehendak kita. Apabila hal ini dilatih terus menerus, orang akan terbiasa mengatur fungsi tubuhnya agar bekerja sesuai kehendaknya.

Fase I pada migrain mirip dengan respon tubuh terhadap rasa takut. Pada fase I, darah dari tangan dan kepala mengalir ke otot besar. Tangan, terutama ujung-ujung jari akan menjadi dingin karena darah tertarik keluar. Perasaan bingung atau ketidakmampuan untuk berpikir jernih yang muncul dalam fase I mirip dengan rasa takut. Rasa nyeri akan muncul di fase II, ketika pembuluh-pembuluh darah kepala dan leher over-reaksi dan melebar kembali ke bentuk yang lebih besar daripada ukuran normal. Sakit kepala ini dapat dicegah dengan menurunkan tingkat keparahan fase I yang kemudian dapat mencegah terjadinya fase II.

Tingkat hormon dalam darah yang menyebabkan kontraksi pembuluh-pembuluh darah, seperti serotonin dan adrenalin, bisa dikendalikan dengan biofeedback, misalnya dengan memikirkan hal-hal yang bersifat rileks dan menyenangkan. Kadar serotonin dapat dimonitor dengan memeriksa temperatur pada jari dan tangan misalnya dengan menggunakan thermometer atau dengan menempelkan telapak tangan pada pipi. Jika tangan terasa hangat atau panas, artinya sudah sesuai dengan suhu tubuh. Apabila hal ini sering dilakukan, lama-lama orang akan menemukan tehniknya sendiri-sendiri dalam mengendalikan fungsi tubuhnya.
( informasi saya kumpulkan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat )